Posted by: samidz | June 24, 2009

mimikri

bunglon

bunglon

mimikri, masih inget dengan istilah ini?
Mimikri adalah cara adaptasi yang di miliki bunglon.
Dimana dia hinggap kulitnya langsung menyesuaikan dengan warna lingkungannya.


tak sengaja aku menemukan kata² itu kembali saat sedang berbincang dg “seseorang”
melalui ponselku. entah apa yg sedang kita bicarakan, tp tiba² saja lawan bicaraku ini
berkata bahwa ada yg berbeda pada diriku.
“apa yg nampak berbeda” tanyaku, dirinya pun bertutur “beda aj, kau mirip bunglon”
“bunglon??? mimikri???kataku,, perbincangan pun berlanjut, tp aku masih terpaku
pada dua kata itu “bunglon” dan “mimikri”. Bisa saja di umpamakan aku sebagai
bunglon, dan mimikri (sifat bunglon) adalah sifatku,
hemm… cukup menarik bagi diriku, dan sekaligus jadi tamparan halus saat itu.
Dalam pikiranku, wajar saja jika aku punya gaya bicara dgn masing² orang,
siapa dia yg jadi lawan bicaraku, ada porsi untuk masing²nya,
memang jika dengan teman² sebaya sulit sekali mengatur mulut ini, adat “gacuk nyocot”
tidak bisa lepas dr diriku. Di sini lah cara ber mimikri yg aku lakukan,
“menyesuaikan dgn warna lingkungan” entah itu baik ato tidak..
Tak bisa dipungkiri aku sering bermimikri sebagai perisai, tujuannya tak lain karna
tak ingin menyakiti hati lawan bicara saat aku salah berbicara, [walau masih saja
ttp lepas kendali]… Sisi jeleknya adalah diriku harus berpura” baik dihadapan orang
yg belum mengenal aku lebih dekat… :D


Leave a response

Your response:

Categories